10 Mitos Perawatan Kulit Wajah

Wajah merupakan representasi pribadi seseorang. Melalui wajah, dapat ditera pribadi seorang individu. Wajah juga tidak bisa menyembunyikan emosi seseorang. Wajah perlu dirawat bukan hanya untuk kecantikan belaka, melainkan juga untuk kecerahan dan supaya dapat mewakili jiwa pemiliknya. Namun di dalam sebuah aktivitas sering terbentuk mitos yang terkadang justru menyesatkan. Berikut 10 mitos perawatan kulit wajah yang sering terdapat di masyarakat.

  1. Terlalu sering mencuci wajah
    Wajah akan nampak bersinar jika sering dibasuh, dicuci atau disiram. Membersihkan kulit wajah menggunakan air memang bagus. Namun perlu ada batasan berapa kali maksimal membasuh kulit wajah. Karena ternyata terlalu sering mencuci wajah apalagi dengan ditambah sabun, justru berdampak kurang baik bagi wajah. Di bawah lapisan kulit wajah terluar terdapat jaringan kulit jangan yang menyimpan kelenjar minyak. Salah satu fungsi minyak adalah untuk membantu mengeliminasi kotoran dan bakteri yang menginfeksi ke dalam jaringan kulit. Selain itu minyak juga membantu melembapkan kulit serta mengurangi timbulnya keriput pada wajah. Elastisitas wajah juga cenderung terjaga oleh adanya lapis minyak ini. Ketika wajah terlalu sering dibasuh, maka kandungan minyak dapat berkurang secara signifikan bahkan sangat menipis. Bagi yang memiliki kadar minyak wajah berlebih mungkin tidak terlalu menimbulkan masalah, namun pada wajah kering, mencuci wajah secara berlebihan dapat menambah kekeringan kulit.
  2. Wajah berminyak itu tidak bagus
    Dalam kondisi berlebih, minyak wajah memang kurang baik karena dapat meningkatkan faktor timbulnya jerawat. Namun minyak wajah memiliki aneka manfaat. Pemakaian produk bebas minyak yang dianggap bagus, sebenarnya justru akan mengurangi kelembapan kulit wajah serta menjadikan wajah menjadi kering dan mudah mengalami keriput atau penuaan dini. Salah satu fungsi minyak adalah mencegah penguapan air secara berlebih serta menjaga kelembapan dan elastisitas kulit wajah sehingga wajah menjadi nampak lebih muda dan berseri.10-mitos-perawatan-kulit-wajah
  3. Pengelupasan kulit wajah meningkatkan regenerasi sel kulit mati. Memang benar, sel kulit mati perlu diregenerasi untuk didapatkan sel kulit yang baru. Secara alami, sel kulit mati akan mengelupas sendiri, tanpa harus dikelupas. Membantu sel kulit yang sudah mengelupas supaya mengelupas secara sempurna, memang akan meningkatkan indahnya tampilan wajah karena pada kondisi belum mengelupas secara sempurna, akan menimbulkan bentuk yang kurang halus. Akan tetapi melakukan pengelupasan kulit secara tidak alami ataupun secara paksa justru dapat menimbulkan pelukaan pada sel kulit wajah. Pelukaan menimbulkan infeksi termasuk salah satunya dapat memicu timbulnya jerawat. Apabila yang dikehendaki adalah mengangkat sel kulit mati yang masih tertinggal di wajah atau yang menyumbat pada sela pori kulit wajah, maka menggunakan scrub ringan yang dipadu busa lembut atau peeling menggunakan bahan berbutir lembut seperti kopi bubuk dapat dilakukan. Itupun tidak perlu terlalu keras menggosok.
  4. Mengeringkan jerawat dengan alkohol atau asam salisilat sering dianggap mempercepat penyembuhan jerawat. Hal ini justru dapat berbahaya karena kedua bahan tersebut justru dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Akan lebih baik menggunakan produk alami untuk menyembuhkan jerawat. Air jeruk nipis dan daun papaya dapat dipakai untuk obat pengering jerawat.
  5. Merawat kulit sekitar mata dengan produk kosmetika khusus dianggap perlu. Padahal untuk daerah mata sebaiknya tidak perlu mengenakan produk perawaatan khusus. Cukup diberikan massage ringan dan diberi bahan yang bersifat dingin atau melembapkan seperti irisan mentimun dapat membantu. Pemberian air es di bawah kantung mata juga dapat menambah kesegaran mata.
  6. Satu dari 10 mitos perawatan kulit wajah yang selalu dibenarkan oleh masyarakat adalah pemakaian produk alami selalu aman bagi kulit. Tidak semua produk alami dapat dipakai dengan dosis tidak terkontrol. Beberapa bahkan tidak boleh bersentuhan dengan kulit. Daun tawas yang dapat dipakai untuk mengobati keloid, sangat berbahaya jika mengena wajah normal secara langsung karena dapat menimbulkan luka bakar pada wajah. Minyak kelapa baik untuk wajah, namun jika dioleskan secara berlebih justru dapat menimbulkan ruam kulit dan bekas merah-merah pada wajah.
  7. Produk anti penuaan hanya cocok untuk usia tua. Tentu saja perawatan mencegah penuaan dini tidak hanya boleh diaplikasikan pada usia tua. Sejak muda perlu dilakukan perawatan mencegah penuaan dini seperti anti keriput, pemberian vitamin E dan sejenisnya baik diberikan sejak usia muda.
  8. Pemutih kulit wajah menghilangkan pigmen kulit. Pendapat tersebut tidak tepat. Sebenarnya peran pemutih kulit bukan meniadakan pigmen kulit, melainkan cenderung mengurangi perubahan warna pigmen akibat paparan sinar matahari. Sehingga warna kulit akan secara optimal sesuai dengan tingkat kecerahan alami yang dimiliki oleh sifat genetika seseorang. Individu berkulit gelap tidak mungkin berubah menjadi putih hanya dengan mengenakan pemutih wajah.
  9. Tanpa make up lebih baik dibanding dengan make up. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, terkadang make up justru dapat melindungi individu dari paparan sinar ultraviolet dan dapat membantu meningkatkan kekencangan kulit, asalkan dipilih produk kosmetika yang tepat dengan kondisi wajah.
  10.  Menggunakan masker setiap hari bagus dilakukan. Pengenaan masker wajah harus ada takarannya. Karena terkadang masker tertentu dapat mengurangi kelembapan kulit, sehingga dikhawatirkan dengan setiap hari memakai masker kulit wajah menjadi kering.

Semoga tulisan 10 mitos perawatan kulit wajah ini dapat membantu memberikan informasi yang benar.

3 Replies to “10 Mitos Perawatan Kulit Wajah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *