Batasi Pemakaian Sepatu Hak Tinggi

Kesehatan kaki seringkali diabaikan, bahkan dilupakan. Padahal, perawatan kaki sangat besar pengaruhnya bagi kesehatan, juga bagi aktivitas Anda.

Seiring kemajuan zaman, peran perempuan di dunia karier pun semakin besar. Aktivitas mereka semakin meningkat. Selain ke kantor, mereka juga masih tetap menjadi ibu bagi anak-anak dan istri bagi suami mereka. Aktivitas berarti gerak. Itu artinya, kaki mereka pun semakin panjang melangkah dan semakin lama menahan tubuh. Oleh karena itu, meski tampaknya sepele, perawatan kaki sungguh sangat penting. Perempuan harus benar-benar merawat kaki mereka supaya bisa terhindar dari masalah kaki.

Yang perlu juga diperhatikan adalah wanita lanjut usia. Mereka memiliki lebih banyak masalah dengan kakinya dibanding wanita yang berusia lebih muda. Alasan sederhananya adalah, lapisan lemak yang ada di telapak kaki cenderung berkurang seiring bertambahnya usia.

Salah satu kiat mengurangi masalah pada kaki adalah dengan menggunakan alas kaki yang tepat. Misalnya, sepatu yang memiliki konstruksi yang baik, yang memiliki bantalan dan bagian penutup lembut sesuai bentuk kaki. Wanita usia lanjut juga butuh alas kaki kulit yang dapat “bernapas” dan mengurangi kemungkinan terjadinya iritasi kulit kaki. Sol sepatu juga sebaiknya dipilih yang berbahan ringan dengan fleksibilitas yang cukup, juga yang tidak licin.
Sepatu sol rendah jauh lebih stabil, mampu melindungi kaki, serta lebih nyaman.

Nah, apa lagi yang sebaiknya Anda ketahui tentang perawatan kaki?

1. HINDARI HAK TINGGI
Salah satu yang ikut berperan dalam aktivitas seorang wanita adalah sepatu. Pemakaian sepatu ber-hak tinggi (biasanya di atas 2 cm) merupakan salah satu contoh bagaimana wanita justru mengundang masalah pada kakinya sendiri. Dokter spesialis podiatric (ilmu tentang kesehatan kaki) biasanya tidak merekomendasikan pemakaian sepatu ini, karena memang tidak sehat.

Sepatu ber-hak tinggi akan mengundang masalah pada lutut dan punggung, berisiko mengakibatkan cidera akibat terjatuh, memperpendek otot betis, dan membuat cara berjalan pemakainya menjadi kurang nyaman atau canggung. Juga, mengakibatkan perubahan yang membuat fungsi kaki berkurang. Sebagian besar wanita pun mengakui bahwa pemakaian sepatu ber-hak tinggi menyebabkan sakit di kaki mereka. Namun, mereka terpaksa bertoleransi demi kelihatan lebih tinggi, gaya, dan lebih profesional. Pada sebuah jajak pendapat, 37 persen wanita yang menjadi responden mengaku akan tetap memakai hak tinggi, sekalipun mereka merasa tak nyaman.

Baiklah, jika Anda memang ngotot memakai sepatu ber-hak tinggi. Ada cara untuk mengurangi dampaknya, yakni dengan membatasi waktu pemakaian, dan menggantinya dengan sepatu ber-hak rendah atau sandal, misalnya. Cara lain adalah dengan memilih sepatu yang berkualitas baik.

Alas kaki yang sangat ketat juga akan semakin menambah parah dampak yang timbul. Kuncinya adalah menggunakan sepatu yang tepat untuk setiap kegiatan. Di rumah misalnya, Anda tentu tak perlu menggunakan sepatu ber-hak tinggi. Cukup dengan sandal rumah.

Sepatu yang baik bagi perempuan, dari sisi medis, adalah sepatu bertali, dengan sol lebih lebar dan tinggi hak tak lebih dari satu setengah cm.

2. STOKING BIKIN IRITASI
Penggunaan stoking dari bahan nilon juga mengundang masalah. Nilon akan menghambat “pernapasan” kaki, dan panas yang ditimbulkannya akan menimbulkan keringat yang berlebih. Akibatnya, kaki pun akan lembab dan hangat, lingkungan bagi berkembang-biaknya jamur penyebab infeksi. Oleh karena itu, ada baiknya menghindari pemakaian stoking terus-menerus. Atau, kalau pun harus menggunakannya, gunakan sesuai kebutuhan.

Stoking dari bahan yang tak bagus juga bisa menimbulkan masalah, pasalnya tarikan yang dilakukan saat memakainya akan mengubah perkembangan normal kaki pada saat berjalan, dan kemungkinan akan menarik ibu jari kaki ke belakang ketika stoking ditarik. Tekanan stoking bisa membuat kuku jari kaki tak tumbuh baik atau bahkan hammertoe (ibu jari kaki bengkok). Pilihlah stoking dari bahan berkualitas bagus. Semakin nyaman stoking, semakin nyaman juga kaki kita, sehingga kemungkinan keram bisa dihindari. Stoking ukuran all-size bukan lagi pilihan tepat, karena kaki biasanya juga berkembang.

3. SOL LEBAR SAAT HAMIL
Wanita hamil juga harus merawat kaki demi menghindari keluhan atau rasa sakit pada kaki selama hamil. Di masa hamil, tubuh mengalami perubahan dan butuh keseimbangan tubuh yang baru. Oleh karena itu, wanita hamil membutuhkan sepatu dengan sol lebar yang bisa menopang tubuh dengan nyaman, sekaligus berfungsi untuk meredam tekanan tubuh. Ingat, selama hamil, tubuh akan “membengkak” dan kaki butuh bantuan untuk menghadapi perubahan ini.

Calon ibu biasanya juga mengalami pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki. Bahkan bisa memburuk sampai ke radang atau iritasi. Kehamilan juga memicu pelepasan hormon yang menambah lemahnya ligamen (jaringan pengikat sendi), yang bisa memicu ketegangan otot. Jika masalah berkembang, segera temui dokter.

sumber: nova

Tips Menggunakan Minyak Wangi

  1. Eau de Parfum sebaiknya tidak langsung disemprotkan ke baju karena akan menimbulkan noda dan sulit hilang. Gunakan selalu pada kulit badan. Parfum yang disemprotkan atau digunakan ke badan akan berkembang dan menjadi makin lembut nantinya.
  2. Semprotkan atau oleskan minyak wangi di belakang telinga, leher, belakang lutut, dan belahan dada.
  3. Sebaiknya, kemasan minyak wangi disimpan ditempat yang sejuk seperti di lemari pendingin agar bertahan lebih lama dan bau serta warnanya tidak berubah.
  4. Kini minyak wangi tersedia dalam berbagai ragam aroma dan botol/kemasan aneka bentuk serta rupa. Wadah/botol yang tidak transparan akan lebih awet dibanding yang transparan, karena isinya terlindung dari sinar secara langsung.

sumber: tabloid-nova

Serba Serbi Minyak Wangi

Minyak wangi merupakan salah satu pelengkap di meja rias kita. Tak hanya wanita, pria masa kini pun tak malu-malu lagi menggunakannya. Namun yang kerap terjadi, minyak wangi yang seharusnya menebarkan aroma semerbak, menjadi sebaliknya. Masalahnya, salah dalam penggunaannya.

Tiga Macam Minyak Wangi
Eau de perfume:
Meskipun kandungan alkoholnya sedikit, tapi aroma wanginya bisa tahan cukup lama dan kuat. Cocok digunakan untuk pesta atau acara malam hari.

Eau de Toilette:
Memiliki kadar alkohol yang tinggi. Aroma wewangian ini ringan, tidak terlalu tajam, dan awet. Cocok digunakan pada setiap kesempatan.

Eau de Cologne:
Jenis wewangian yang ringan dan standar. Biasa digunakan setelah habis mandi untuk menyegarkan tubuh.

Saat mencoba minyak wangi ketika hendak membelinya, sebaiknya tidak mencoba lebih dari 2 jenis dan usahakan kulit dalam keadaan kering. Tes minyak wangi langsung pada kulit pergelangan tangan. Ini lebih baik daripada sekadar mencium wangi parfum dari kertas tester, karena wangi yang timbul bisa berbeda.

Demikian juga saat memakai, sebaiknya tidak dituang ke tangan karena harumnya minyak wangi di tangan akan masuk ke dalam botol dan mempengaruhi keharumannya.

Agar baunya tetap melekat di tubuh, gunakan parfum semprot. Selain irit, percikan minyaknya bisa menyebar ke sekelilingnya. Bisa juga teteskan atau semprotkan minyak wangi ke kapas, tempatkan di dada, dengan demikian aromanya bisa bertahan lama.

sumber: tabloid-nova

Tips Kecantikan Wajah

Secara umum baik wanita mau pun pria harus menjaga kulitnya dari berbagai gangguan. Tindakan yang patut dilakukan adalah berikut ini:

• Cuci tangan yang bersih sebelum menyentuh wajah Anda
• Lakukan cleansing kulit wajah pada pagi dan malam hari: Perlu dilakukan di malam hari – meski Anda tidak ber-makeup, karena wajah mudah dinodai oleh polusi. Perlu pula dilakukan pada pagi hari, karena kulit Anda mengeluarkan lemak dan kotoran pada malam hari
• Di malam hari, luangkan waktu untuk memijat kulit untuk menstimulasi sirkulasi pertukaran sel-sel pada kulit. Pijatan lembut selama dua menit bisa menghilangkan keletihan, menyantaikan wajah dan memberi kecerahan kulit.
• Lindungi kulit secara benar, apalagi bila Anda sering bepergian.
• Banyaklah minum air putih.

Untuk kulit kering:
• Berilah kesenangan setiap saat.
• Ubah jenis produk perawatan kulit sesuai musim, iklim, dan gaya hidup Anda: lingkungan ber-AC, kehidupan di alam terbuka
• Mulailah menggunakan produk perawatan anti-ageing, segera setelah pertanda penuaan muncul. Hal ini kerap terjadi lebih cepat untuk jenis kulit Anda (utamanya di area sekitar mata)
• Hindari mandi dengan air panas, ada baiknya memakai bath oil

Untuk kulit sensitif:
• Hangatkan dulu produk perawatan di genggaman tangan sebelum Anda memakainya. Lakukan perawatan kulit tanpa menggosok
• Sebaiknya gunakan jari jemari daripada katun wol, kain atau tisu.
• Gunakan penyemprot air, jangan membasuh melalui keran air.

Untuk kulit separuh baya:
• Pilihlah produk perawatan kulit anti-ageing tergantung pada kondisi kulit, kebutuhan dan musim.
• Leher, mata, dan tangan Anda bisa mengurangi keindahan penampilan, jadi imbali mereka dengan perhatian yang sangat spesial.
• Di setiap pagi yang menyulitkan, janganlah ragu buat menggunakan produk kecantikan yang sesuai, yang bisa melembutkan permukaan kulit.
• Sering terkena sinar matahari langsung, bisa menyebabkan keriput dan noda di kulit.

Untuk kulit berminyak
• Lindungi dirimu dari sinar matahari langsung, dan penimbunan lemak di kulit wajah
• Jangan mengeluarkan jerawat dan beruntusan di wajah secara swalayan
• Lakukan perawatan peeling pada wajah sekali hingga tiga kali seminggu.(jjs).

sumber: sinarharapan

Peralatan yang Wajib Dibawa

Agar Anda bisa selalu tampil rapi dalam berbagai kesempatan, sebaiknya selalu membawa beberapa peralatan ini. Dengan demikian kapan pun diperlukan Anda siap berdandan dalam waktu singkat.

1. Concealer, dalam bentuk krim atau padat. Concealer efektif untuk menutup beberapa kekurangan pada wajah, seperti warna hitam di bawah mata, bekas jerawat, atau flek. Belakangan ini, concealer yang dijual dalam bentuk pensil telah dapat memenuhi berbagai kebutuhan tersebut dalam bentuknya yang praktis.

2. Alas bedak, alias foundation cair yang ringan.

3. Bedak tabur, beserta spons dan kuasnya. Bedak tabur disarankan untuk memberikan kesan ringan.

4. Sikat alis. Pensil alis hanya diperlukan kalau bentuk alis mata tidak merata, misalnya ada bagian yang jarang-jarang.

5. Eye shadow atau pemulas mata. Dibutuhkan dalam bentuk palet berisi minimal tiga warna, yaitu coklat muda, merah bata, dan putih gading. Warna-warna ini telah dapat memenuhi kebutuhan riasan sehari-hari untuk pagi dan malam hari. Warna-warna yang lebih gelap untuk bagian bawah kelopak mata, sementara warna putih gading untuk bagian atas.

6. Maskara hitam dan jepit bulu mata. Cara penggunaannya, sebelum dijepit, bulu mata dibubuhi maskara terlebih dahulu agar lentur. Setelah dijepit, kembali bubuhi maskara untuk mempertebal helai-helai bulu mata.

7. Lipstik. Saat ini tersedia lipstik dalam berbagai bentuk praktis, misalnya lipstik ”3 in 1” atau lipstik sekaligus dengan pelembab. Lipstik semacam ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan riasan wajah sehari-hari. Warna-warna lipstik yang perlu dibawa sebaiknya dibedakan sesuai dengan kebutuhan riasan pagi dan malam hari. Untuk pagi hari lebih dibutuhkan warna-warna muda, sementara pada malam hari warna merah tua, misalnya, akan memberi kesan resmi dan glamor. Lipgloss juga dapat dipergunakan sebelum lipstik untuk memberi kesan segar dan melembabkan.

8. Kertas minyak dan loose powder untuk mengondisikan kulit agar tidak terlalu berminyak. (EDNA C PATTISINA)

Penulis: Z. Retno Pudjisriast
sumber: kompas